PERBAIKAN KOMPONEN PNEUMATIK
Pada bagian
ini anda akan mempelajari cara-cara memperbaiki setiap komponen pneumatik yang
mengalami kerusakan. Ternyata sebagian besar gangguan pada sistem pneumatik
disebabkan adanya kerusakan pada komponen.
Apakah setiap komponen
yang rusak itu mesti rusak semua bagiannya ?
Tentu saja tidak. Mungkin hanya sebagian kecil yang rusak sehingga dapat
kita perbaiki, mungkin juga sebagian besar dari komponen itu rusak sehingga
tidak dapat di perbaiki lagi.
Untuk mempelajari
cara-cara perbaikan komponen, anda akan mempelajari dari setiap komponen itu
mengenai hal-hal berikut :
- Diskripsi tentang fungsi-fungsi komponen
- Gambar komponen
- Bagian-bagian setiap komponen yang sering rusak diberi tanda
bintang ( * )
- Daftar kerusakan yaitu kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi
pada komponen tersebut, penyebabnya dan saran perbaikannya.
Ingat bahwa : Prosedur perbaikan setiap komponen
juga harus sesuai dengan sistematika perbaikan yang telah dibahas di depan.
3.1. Lubricator
Gambar 3a
berikut ini adalah gambar potongan dari sebuah lubrikator dan nama-nama bagiannya.
No. item yang diberi tanda bintang ( * ) adalah bagian yang sering rusak.
|
Tipe gangguan |
Penyebab |
Perbaikan |
|
Lubrikator terbalut
resin |
Penggunaan oil salah |
Lubrikator cuci dan
ganti oli |
|
Lubrikator tidak
berfungsi dengan baik |
Salah pemasangan / pengikatan |
Betulkan pemasangan dengan memperhatikan arah
tanda panah |
|
Terlalu banyak
kandungan oli di dalam sistem |
· Lubrikator disetel kurang tepat · Oli terlalu penuh (lebih dari garis batas) |
· Lubrikator disetel lagi secara tepat ·
Kurangi
isi oli |
|
Oli cepat habis |
· Ring O (27) kurang kencang · Lubrikator disetel kurang tepat |
· Kencangkan atau ganti ring O tersebut · Lubrikator disetel lagi |
3.2. Filter dan Regulator
|
Tipe gangguan |
Penyebab |
Perbaikan |
|
Filter
tidak dapat memisahkan kotoran dan air |
* Filter
salah memasangnya
*
Level air pengembunan melebihi garis batas |
* Pasangkan
filter di belakang arah aliran * Buanglah
air kondensat dan pasang pemisah air otomatis |
|
Udara kempa keluar
pada regulator |
* Regulator dipasang tidak
sesuai dengan arah aliran udara kempa |
* Betulkan
kembali pemasangan regulator |
Cara kerja.
Udara kempa masuk
melalui saluran (18) yang ada pada tutup silinder (cap) terus ke barel (tabung silinder) sambil
mendorong torak. Batang torak bergerak maju dan di sinilah ditunjukkan bahwa
silider pneumatik bekerja. Apabila suplai udara kempa berhenti dan katup
pengarah telah dibalik maka sebuah pegas akan mendrong torak kembali ke posisi
semula.
Peringatan
·
Bila oli
pelumas terlalu banyak gerakan piston akan makin lambat.
·
Bila filter
nipple (5) tersumbat dengan kotoran, silinder tidak akan bergerak.
|
Tipe gangguan |
Penyebab
ganggua |
Cara perbaikna |
|
Udara keluar (bocor ) |
Cap packing bocor Packing lepas dari piston rod |
Ganti packingnya Kencangkan packingnya |
|
Batang totak (9) tidak kembali ke posisi semula. |
Pegas kompresi (8) rusak Filter nipel (5) tersumbat |
Ganti dengan pegas baru Bersihkan filter nipel tersebut |
|
Udara bocor melalui flange-bushing |
Cup Packing (10) bocor Cup packing diikat salah posisi |
Ganti packingnya (10) Perbaik posisi pemasangannya. |
3.4. Silinder Kerja Ganda
|
Tipe gangguan |
Penyebab |
Perbaikan |
|
Udara kempa bocor pada batang torak (14) |
Cincin beralur (6) cacad atau rusak |
Ganti dengan cincin baru |
|
Udara bocor pada saluran R pada konektor |
Seal silinder (17) dan / atau cincin penuntun (18) rusak |
Gantilah spare part tersebut |
|
Piston (16) menumbuk pada kedua belah sisi |
Kedua belah ring cushion (15) telah aus |
Ganti kedua belah ring cushion tersebut. |
Perbaikan silinder
pneumatik ini memang sangat perlu mendapat perhatian karena menurut pengalaman,
silinder pneumatik inilah yang paling banyak digunakan dalam sistem.
Kerusakan yang sering
terjadi pada silinder pneumatik baik kerja tunggal maupun kerja ganda antara
lain adalah :
1)
Rusaknya
tangkai piston (piston rod) atau bantalannya (bearing rod). Kerusakan ini akan
menjalar pada rusaknya seal udara sehingga silinder akan bocor.
2)
Terjadinya
gesekan yang berlebihan
3)
Stick-slip-motion
atau gerakan yang tersendat-sendat.
Ketiga kerusakan
tersebut di atas biasanya disebabkan oleh kombinasi antara mis aligment
(ke-tidak sentrisan) antara bearing batang piston dan guidenya (bushnya) serta
koneksi antara komponen yang digerakkannya.
Untuk menghindari hal
tersebut di atas perlu dilakukan tindakan maintenance untuk mengoreksinya
antara lain :
·
Slide
bearing atau silinder yang menggerakkanya diatur sedemikian rupa sehingga tidak
terjadi mis aligment antara bearing atau pun piston.
·
Mengganti
instalasi silinder dan bearing sehingga mereka dapat secara otomatis
menyesuaikan satu dengan yang lainnya (automatically self aligment). Caranya
ialah dengan memasang komponen tambahan seperti : coupling, rod eye, rod aligner. Komponen
tambahan ini sangat membantu menjaga keawetan silinder atau sistem secara
keseluruhan. Tetapi jangan lupa untuk mengontrol dan merawatnya.
Masalah lain yang
dihadapi dalam penggunaan silinder pneumatik adalah berkurangnya tenaga. Keadaan ini akan mempengaruhi unjuk kerja
sistem secara keseluruhan.
Penyebab berkurangnya
tenaga tersebut antara lain :
·
Berkurangnya
tekanan udara karena kebocoran.
·
Besarnya
gesekan pada silinder karena pistonnya sudah rusak atau sliding unit yang
digerakkan sudah rusak sehingga terjadi gerakan yang tersendat-sendat (stick
slip slide motion).
Untuk mendeteksi
turunnya tenaga dapat dilakukan pengecekan atau pengukuran tenaga secara
berkala dengan menggunakan alat pengukur tenaga yang disebut “ force meter
“
Jika terjadi gesekan
yang besar karena kerusakan silinder atau batang piston atau bearing maka perlu
diganti (replacing).
3.5. Katup 3/2,
penggerak cam (nok), pembalik pegas, normal menutup (NC)
|
Tipe gangguan |
Penyebab |
Perbaikan |
|
Waktu pembuangan
hanya sebentar |
Cincin beralur (6)
telah rusak (terjepit atau tersumbat) Katup menerima
beban berat. Tabung katup (3) terjepit pada piringan katup (8) |
Ganti cincin
beralur (6)
Ganti piringan
katup (8) |
|
Udara bocor pada
lubang R |
Cincin beralur (6)
atau piringan katup (8) bocor. |
Ganti kedua bagian
tersebut |
|
Katup berjalan
seret (keset) |
Kotoran terkumpul
pada cincin beralur (6) |
Bersihkan cincin
beralur (6) Ganti cincin
tersebut. |
3.6. Katup 3/2, penggerak tuas-roller, pembalik
pegas (pneumatic limit switch)
Kesalahan sirkuit :
Bila salah sambung
misal dari sumber tekanan dihubungkan dengan lubang A atau R maka sistem tidak
akan bekerja.
Gb.8b.
Katup 3/2, penggerak tuas roler, pembalik pegas, dalam gambar piktorial
Cara kerja katup
dengan penggerak tuas roler atau sering disebut limit switch adalah sebagai
berikut :
·
Dengan
mengoperasikan plunyer pengontrol (4), piringan katup (7) akan terangkat.
·
Udara kempa
masuk ke diaphragma melalui lubang pengontrol.
·
Piringan
katup (17) menutup saluran dari (a)
ke (R).
·
Tabung
katup (22) menghubungkan saluran (P) ke (A) terus menuju ke sistem.
·
Bila
penekanan plunyer pengontrol (4) berhenti maka pegas (3), (8), (18) dan (23)
akan mengembalikan katup pada posisi semula dan saluran (A) terhubung dengan
(R) sehingga udara kempa keluar (exhaust).
·
Sekarang
saluran udara masuk (P) tertutup.
Apabila udara kempa terlalu banyak
mengandung oli dan kotoran maka berfungsinya pemandu katup (4), (6), (7) dan
(8) tidak dapat dijamin.
Gb.8c. Katup 3/2, penggerak tuas roler,
pembalik pegas, dalam gambar bongkaran
|
Tipe gangguan |
Penyebab |
Perbaikan |
|
Dalam keadaan normal udara keluar dari saluran exhaust ( R) |
Seal washer (21) rusak Sambungan P dan A tertukar |
Ganti seal washer Perbaiki sambungannya. |
|
Udara kempa bocor melalui lubang (A) |
Seal washer (21) dan tabung katup (22) cacat / rusak Lubang P dan R terbalik |
Ganti bagian yang rusak tersebut. Perbaiki sambungannya |
|
Udara keluar melalui lubang diaphragma (12) |
Diaphragma (12) bocor |
Ganti diaphragma |
|
Katup tidak dapat diswitch (tidak mau bekerja) |
Tekanan udaran terlalu rendah, komponen kotor, diaphragma
rusak |
Tekanan diset kembali, tekanan minimum 2,8 bar |
3.7. KatupPengarah : 4/2 DCV, penggerak pneumatik
dua sisi.
|
Tipe gangguan |
Penyebab |
Perbaikan |
|
Spool (8) tidak dapat kembali |
Permukaan bantalan kasar, katup tidak duduk serempak Tekanan pengontrol rendah Isyarat kedua tidak dapat masuk kerena isyarat pertama
masih ada Spool (8) terjepit pada housing (6) |
Permukaan bantalan diratakan dan diperhalus Setel tek. Pmin = 200
kPa Periksalah
instalasi penyambungan pengontrol Periksa
cincin seal (7) |
|
Spool pengontrol tidak bekerja dengan halus |
Plunyer (4) rusak |
Ganti plunyer pengontrol (4) |
|
Udara bocor melalui lubang A, B dan R |
Pelat geser (11) terlalu ke dalam, pegas kompresi (10)
sudah lemah |
Pasang pelat geser (11)
yang baru, pegas kompresi (10) dan rumah katup bagian bawah |
3.8. Katup Pengarah 4/2, penggerak solenoid dua
sisi
Cara kerja katup 4/2,
double solenoid adalah sebagai berikut :
·
Dua buah
amature (17) menutup nosel (24)
·
Ketika koil
(20) dialiri arus, amature (17) terangkat dan membuka nosel.
·
Udara dari
saluran tekan mengalir melalui lubang
menuju spool (8) dan menggesernya kembali.
·
Saluran
tekan P terhubung ke A atau P ke B
·
Saluran
lain terhubung ke R untuk membuang udara.
·
Ketika koil
yang kedua dialiri arus maka posisi katup akan berubah ke posisi yang lain.
Gb.10a.
Katup 4/2, penggerak solenoid dua sisi, gambar piktorial
Gb.10b.
Katup 4/2, penggerak solenoid dua sisi, gambar potongan
Catatan :
Apabila port A atau B
disambungkan ke saluran tekan maka udara kempa akan keluar melalui port P dan A
atau port B dan R.
Apabila terlalu
banyak oli dalam spool pemandu, gerakan balik akan lambat.
Apabila oli tidak
cocok, akan terjadi resinification (pengentalan oli).
Gb.10c.
. Katup 4/2, penggerak solenoid
dua sisi, gambar bongkaran (dismantle)
|
Tipe gangguan |
Penyebab |
Perbaikan |
|
Spool (8) tidak dapat menggeser kembali |
Tekanan udara pengontrol rendah Bila salah satu control signal bekerja, control signal
yang lain tidak mau bekerja Spool (8) terjepit pada Permukaan ikat tidak level, spool (8) jam ke dalam katup |
Setel regulator Pmin
200 kPa Periksa
control signal ……… Periksa
(8) dan seal (7). Perbaiki
permukaan ikat
|
|
Gerakan spool (8) tidak mencapai posisi akhir |
Plunyer pengubah (4) rusak, menghalangi gerak pemindahan |
Pindahkan torak spool (8) dan pasang plunyer baru |
|
Udara bocor melalui tabung amature (19) |
Seal washer pada amature (17) cacat atau rusak |
Gantilah seal washer |
|
Udara bocor melalui port A, B dan R |
Pelat geser (11) rusak Lubang tertukar, tubing rusak Permukaan geser (12) rusak |
Ganti pelat geser Periksa saluran kontrol Pertukarkan rumah bagian bawah |
|
Noises (mendengung) dari blok solenoid |
Antara tabung amature (19) dan koil (20) terdapat kotoran Terlalu banyak kelonggaran antara armature (17) dan
tabung armature (19) |
Bersihkan … Fitkan kembali blok solenoid komplit |
3.9. Katup Pengatur Aliran ( One-Way Flow Control
Valve )
Udara kempa masuk ke katup melalui Pinlet
.Cincin piringan (9) menutup saluran dan udara mengalir melalui saluran kecil
diantara baut pengatur (1) dan nosel (10) menuju ke outlet Poutlet .
Lubang laluan dapat diatur besar kecilnya dengan menggunakan baut penyetel (1)
sehingga aliran udara akan sesuai dengan besar kecilnya lubang saluran. Bila
udara kempa mengalir dari outlet ke inlet (arah berlawanan) maka cincin
piringan (9) akan terangkat sehingga udara mengalir bebas. Inilah yang
disebut pengaturan satu arah (one
way).
Bila terbalik memasangnya maka pengaturan
aliran tidak terjadi.
|
Tipe gangguan |
Penyebab |
Perbaikan |
|
Katup bocor ketika
baut penyetel ditutup |
Pegas tekan (7)
salah pasang atau terjepit Baut penyetel rusak Cincin piringan (9)
cacad |
Betulkan
pemasangannya atau pegas diganti. Ganti baut penyetel Betulkan cincin
piringan |
|
Katup berbunyi
(bising) |
Cincin piringan (9)
rusak |
Ganti cincin
piringan |





























Radi suheri hadir
BalasHapusRico Fadhlani hadir
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus