1. SISTEMATIKA PERBAIKAN
Apakah
dalam melaksanakan perbaikan sistem pneumatik perlu menggunakan suatu cara yang
sistemik ?
Tentu saja
segala pekerjaan akan memberikan hasil yang optimal apabila dikerjakan secara
sistematis .Demikian pula untuk melaksanakan perbaikan sistem pneumatik kita
gunakan sistematika perbaikan secara umum yang diaplikasikan sesuai dengan
keperluan. Gambar skema sistematika perbaikan
(Gb.1) berikut ini menunjukkan suatu sistematika secara umum.
Apa arti istilah
istilah di dalam gambar tersebut dapat anda pelajari dari uraian berikut :
Perbaikan
(Corective Maintenance atau Repair fault) ialah suatu tindakan pemeliharaan terhadap mesin /
peralatan / fasilitas yang mengalami kerusakan untuk mengembalikan kepada
kondisi semula agar fasilitas tersebut dapat berfungsi kembali. Dengan demikian
perbaikan ini dapat dikatakan merupakan bagian dari pemeliharaan secara umum.
Perbaikan ringan
(Light repairing) ialah
perbaikan-perbaikan dari kerusakan ringan termasuk yang ditemukan pada waktu
pengecekan (pemeliharaan berkala) yang perbaikannya cukup dengan penggantian komponen
(replacement) dan tidak memerlukan waktu dan biaya tinggi.
Perbaikan medium
(Medium repairing) ialah perbaikan-perbaikan dari kerusakan akibat
aus atau akibat kecelakaan yang perbaikannya memerlukan pembetulan komponen
dengan biaya yang lebih tinggi dan waktu kerja yang lebih lama.
Servis besar
(Overhaul) ialah perbaikan total akibat ke ausan (lama
pemakaian) dengan pembetulan-pembetulan maupun penggantian komponen.
Perbaikan darurat
(Emergency repairing) ialah perbaikan dari kerusakan akibat kecelakaan
yang perbaikannya bersifat sementara untuk menunggu perbaikan yang sempurna
atau langsung diperbaiki secara sempurna.
Di dalam sistem
pemeliharaan ini ada pula istilah-istilah yang sering digunakan seperti :
Running
maintenance ialah
pemeliharaan suatu mesin / peralatan / fasilitas dalam keadaan bekerja atau
dioperasikan / digunakan.
Shut down
maintenance ialah
pemeliharaan suatu mesin / peralatan / fasilitas yang mana mesin / peralatan /
fasilitas tersebut harus diberhentikan / tidak dipergunakan , karena tidak
mungkin dilakukan pemeliharaan bila mesin / peralatan / fasilitas dalam keadaan
bekerja / dipergunakan .
Lack of
maintenance ialah
kekurangan atau kelemahan dalam pemeliharaan atau disebut juga pemeliharaan
yang tidak baik.
Perbaikan atau pun overhol
biasa dilakukan oleh teknisi dan / atau teknisi ahli, sedangkan untuk mencapai
hasil yang optimal perlu kiranya menganut suatu sistematika perbaikan atau
overhol yang telah ditentukan.
Kegiatan di dalam
perbaikan meliputi hal-hal berikut :
a). Diagnose Kerusakan atau disebut juga Fault Finding ialah
kegiatan untuk mencari atau menemukan kerusakan (bagian yang rusak) pada
fasilitas yang mengalami gangguan.
Untuk dapat
melaksanakan diagnose kerusakan biasanya teknisi dibantu oleh :
- Informasi dari operator
- P K yaitu petunjuk kerja dari buku operations manual.
- P P yaitu petunjuk pemeliharaan dari buku maintenace manual.
- K M yaitu kartu mesin yang merupakan catatan perbaikan
sebelumnya (maintenance record).
b). Analisis perbaikan ialah kegiatan yang dilakukan setelah kerusakan
atau gangguan ditemukan yaitu mengadakan pemeriksaan bagian-bagian yang rusak,
memperhitungkan dan merencanakan pelaksanaan perbaikan.
Di dalam kegiatan
analisis perbaikan ini ada kegiatan dismantling atau pembongkaran
maksudnya ialah mesin / peralatan / fasilitas yang telah dinyatakan rusak
dibongkar untuk dicari bagian-bagian yang rusak. Kemudian bagian-bagian atau
komponen yang rusak tersebut diperiksa sejauh mana atau separah apa
kerusakan itu terjadi. Untuk pembongkaran dan pemeriksaan ini diperlukan
alat-alat atau bahkan alat khusus ( AL ) dan juga teknisi ( T ) atau bahkan
teknisi ahli ( TA ).
Perhitungan
perbaikan maksudnya ialah setelah kerusakan
komponen diperiksa dan telah nyata jenis kerusakannya kemudian dipertimbangkan
jenis perbaikan apa yang dipilih termasuk diperhitungkan biaya perbaikannya.
Jadwal
perbaikan ialah pembagian dan penetapan waktu
perbaikan setiap komponen yang pelaksanaan perbaikannya mungkin ditangani oleh
beberapa teknisi di beberapa bengkel pula. Komponen yang satu dan yang lain
penyelesaian perbaikannya harus sesuai dengan jadwal agar pada waktu perakitan
kembali semuanya sudah siap.
c). Proses Perbaikan ialah pelaksanaan perbaikan sesuai dengan jadwal
yang telah ditetapkan oleh bagian perencanaan ( maintenance engineering ).
Pelaksana perbaikan ini tentu disesuaikan dengan tingkat kesulitan
perbaikannya, misalnya untuk perbaikan-perbaikan kerusakan yang tidak terlalu
rumit mungkin cukup dengan teknisi biasa tetapi bila untuk perbaikan dari
kerusakan yang cukup rumit mungkin perlu teknisi khusus atau teknisi ahli.
Pelaksanaan perbaikannya pun mungkin di bengkel sendiri atau munkin juga di
bengkel luar yang sesuai dengan jenis perbaikan yang dikehendaki.
d). Penyetelan dan pemeriksaan ialah proses penyatuan atau perkitan kembali
setelah semua komponen yang diperbaiki selesai. Pemeriksaan hasil penyetelan /
perakitan biasanya dilakukan oleh Supervisor perbaikan .
e). Uji Perbaikan ialah pengujian hasil perbaikan untuk menyatakan
bahwa perbaikan telah selesai dan hasilnya merupakan mesin / peralatan /
fasilitas yang telah baik kembali hingga
dapat difungsikan lagi.
Ada beberapa jenis
pengujian yang harus dilakukan terhadap hasil perbaikan ini yaitu :
- Uji tampak maksudnya ialah mesin /
peralatan / fasilitas yang telah selesai diperbaiki perlu dilihat secara
visual apakah sudah tampak rapi, tertib dan sempurna rakitannya.
- Uji geometrik ialah pengujian
komponen mekanik seperti kerataan permukaan, kesentrisan putaran,
kesikuan, kedataran dan sebagainya. Uji geometrik ini perlu dilakukan
untuk meyakinkan kesempurnaan perakitan, karena apabila komponen mekanik
tidak dipasang dengan sempurna maka jalannya mesin / peralatan / fasilitas
akan tidak normal yang mengakibatkan laju kerusakan mesin semakin cepat.
- Uji fungsi ialah menguji semua
bagian yang bergerak apakah bagian-bagian tersebut telah berfungsi
sebagaimana mestinya. Caranya ialah semua bagian yang bergerak dijalankan
tanpa beban dan diamati satu per satu.
- Uji jalan atau uji coba ialah
pengujian terhadap mesin / peralatan / fasilitas setelah selesai
diperbaiki yaitu dengan cara menjalankan mesin hingga beban penuh.
Pengujian perbaikan ini dilakukan oleh bagian quality assurance dan pengujiannya akan selalu mengacu pada test standar dan buku petunjuk kerja (operation manual).
Kartu Mesin ( Maintenance Record )
Kartu mesin ini perlu dibuat untuk mencatat segala perbaikan yang telah dilakukan terhadap suatu mesin/peralatan. Kartu ini berupa tabel yang berisi waktu pelaksanaan (tanggal),jenis perbaikan, spare part dan bahan yang digunakan serta petugas pelaksana.
Contoh :
KARTU MESIN
Nama Mesin : ………………………………… No.Seri : …………………………………….
Spesifikasi Mesin : …………………………………………………………………………………..
Tanggal
Jenis perbaikan
Spareparts
Bahan
Petugas
Nama/paraf
12-09-2001
5/2 DCV,double solenoid
Unit solenoid
Kabel
Bashir
Setelah selesai pelaksanaan uji perbaikan ini berarti mesin / peralatan / fasilitas telah kembali baik dan dapat difungsikan lagi. Maka proses selanjutnya adalah penyerahan ke lini produksi atau pemakai fasilitas tersebut atau ke pelanggan yang memanfaatkan jasa perbaikan kita.
Penyerahan ( Commissioning )
Proses penyerahan hasil perbaikan sesuai dengan peraturan industri atau perusahaan masing-masing misalnya dari kepala bagian maintenance ke kepala bagian produksi dengan menggunakan sistem administrasi yang telah ditetapkan.
Sampai di sini anda telah menyelasikan bahasan tentang sistematika pemeliharaan.
Selanjutnya kerjakanlah tugas pada lembar tugas anda yaitu :
- Tugas 1 , Membuat rangkuman untuk pendalaman materi.
- Uji geometrik ialah pengujian
komponen mekanik seperti kerataan permukaan, kesentrisan putaran,
kesikuan, kedataran dan sebagainya. Uji geometrik ini perlu dilakukan
untuk meyakinkan kesempurnaan perakitan, karena apabila komponen mekanik
tidak dipasang dengan sempurna maka jalannya mesin / peralatan / fasilitas
akan tidak normal yang mengakibatkan laju kerusakan mesin semakin cepat.
2 MENEMUKAN KERUSAKAN ( FAULT FINDING)
Apakah yang
dimaksud dengan menemukan kerusakan itu ?
Beberapa istilah yang
serupa dan maksudnya sama seperti : menemukan kerusakan (fault-finding)
atau mendiagnose kerusakan (diagnosing fault) atau mencari
gangguan / kerusakan (fault tracing) maksudnya ialah mencari
bagian-bagian yang rusak atau tidak berfungsi dari sistem pneumatik yang
menyebabkan sistem itu terganggu atau tidak bekerja.
Untuk
mengetahui adanya gangguan tentu kita akan melihat tanda-tandanya terlebih
dulu. Apakah tanda-tanda adanya kerusakan / gangguan itu ? Ikutilah penjelasan berikut ! :
2.1. Tanda-tanda kerusakan
Tanda-tanda
kerusakan yang biasa terjadi pada sistem pneumatik antara lain :
- Sistem berhenti. Artinya dalam
keadaan operasi tiba-tiba sistem berhenti tanpa dikehendaki atau pada
waktu akan dioperasikan sistem tidak mau bekerja.
- Getaran yang berlebihan. Bila
terjadi getaran yang tidak seperti biasanya selama operasi atau getaran
yang berlebihan berarti ada suatu kelainan. Kelainan itu disebabkan oleh
apa, itulah yang harus dicari.
- Terdengar suara asing . Suara asing
yang tidak biasa terdengar perlu dicurigai dan perlu dicermati kemudian
segera mengambil keputusan.
- Meningkatnya suhu. Apabila suhu meningkat dengan tajam
perlu kiranya segera memberhentikan mesin kemudian menyelidiki kelaian apa
yang terjadi.
- Tercium bau kebakaran. Termasuk
apabila timbul bau kebakaran yang tidak
biasanya terjadi, perlu segera diselidiki dan mesin juga
diberhentikan.
Tanda-tanda
seperti tersebut di atas bila muncul dalam keadaan kita mengoperasikan sistem
pneumatik (dalam keadaan bekerja), perlu kiranya operator atau pemakai mesin /
peralatan / fasilitas segera menghentikannya dan lapor kepada bagian
maintenance.
Kemudian bagian
maintenace ( Supervisor maintenance ) akan menugaskan teknisinya
untuk menindak lanjuti laporan tersebut dengan memberikan surat perintah (
repair order ). Tentu saja, pertama-tama teknisi akan mencari dulu
gangguan atau kerusakan atau disturbance yang terjadi yang menyebabkan sistem
tidak bekerja. Apakah ada sistematika yang perlu diikuti dalam mencari gangguan
ini ? Tentu saja ada panduan yang dapat anda ikuti seperti berikut ini .
2.2. Sistematika
Menemukan Gangguan
Setelah mendapat repair
order, maka teknisi akan segera melaksanakan tugas dan kemungkinannya
pertanyaan akan timbul sebagai berikut :
- Apakah mesin / peralatan mendapat gangguan / kerusakan pada
waktu bekerja ( dalam keadaan switch-on )?
- Apakah gangguan semacam ini pernah / sering terjadi sebelumnya?
- Apakah operator telah memperbaiki atau telah mengubah posisi
switch ( mematikan mesin )?
Informasi-informasi
semacam ini barangkali sangat penting bagi teknisi untuk dapat menemukan
kerusakan dan sangat membantu mempercepat pekerjaan.
Sistematika
mencari gangguan disajikan melalui contoh berikut :
Alat pengisi batu-bara
(Gb.2a) yang dioperasikan secara pneumatis mendapat gangguan yaitu pada langkah
ke tiga silinder 2.0 ( B ) tidak dapat bergerak maju.
Ingat ! Janganlah beraksi untuk memperbaiki mesin yang
rusak sebelum paham benar tentang apa
yang terjadi .
Langkah
untuk mencari kerusakan / gangguan adalah sebagai berikut :
2.2.1. Mempelajari cara kerja alat pengisi batu bara
Kita pahami
dulu cara kerja alat pengisi batu bara tersebut di atas (lihat Gb.2a.).
Pada posisi awal,
begitu udara kempa masuk ke dalam sistem silinder 1.0 ( A ) pada posisi maju
sambil menutup katup gerobag batu-bara. Silinder 2.0 ( B ) pada posisi belakang
( - ).
Pada waktu
katup start dioperasikan silinder 1.0 mundur sambil membuka katup batu bara
sehingga wadah (1) terisi. Ketika silinder 1.0 maju untuk menutup pintu gerobak
silinder 2.0 maju untuk menggeser wadah
(2) ke bawah gerobag sekaligus menggeser wadah (1) ke konveyor kiri. Begitu
silinder 2.0 pada posisi depan, silider 1.0 mundur untuk membuka pintu gerobak
dan mengisi wadah (2). Silinder 1.0 membuka pintu beberapa saat sesuai dengan
pengaturan pada timer 1.4 . Setelah silinder 1.0 maju lagi sampai titik mati
depan untuk menutup pintu gerobag maka silinder 2.0 mundur dan menggeser wadah
(2) ke konveyor kanan. Sampai di sini satu siklus gerakan selesai dan dimulai
lagi dari tahap pertama.
2.2.2. Mempelajari urutan pemindahan
Keluaran
dari sistem pneumatik ditunjukkan oleh gerakan aktuator. Oleh karena itu
tahapan ataupun urutan pemindahan / gerak aktuator perlu kita amati melalui
diagram tahap pemindahan (displacement step diagram) pada gb.2b berikut.
Bacalah step
diagram ini dan gunakan untuk melacak di mana terjadi gangguan !
2.2.3. Mempelajari grafik urutan kerja
Dari grafik ini kita
akan mengetahui cara kerja sirkuit pneumatik secara keseluruhan. Misalnya, pada
step 1 katup start 1.3 ditekan dengan tangan maka katup 0.3 berubah posisi,
uadara kempa akan berada pada saluran 1 (S1) kemudian katup pengarah 1.1
berubah posisi untuk mengalirkan udara ke silinder dan siliner 1.0 bergerak
mundur.
Seterusnya coba anda
membaca sendiri!
2.2.4. Membaca diagram sirkuit
Pelajari
juga cara kerja sirkuit pneumatik dengan membaca diagram sirkuit berikut
(Gb.2d)
Dari hasil
membaca diagram ini kita akan mendapatkan komponen apa yang rusak / terganggu,
seperti dikatakan tadi bahwa pada langkah ke lima pada alat ini terdapat
gangguan, maka pada langkah ke tiga itu komponen apa yang seharusnya bekerja,
nah komponen itulah yang rusak.
2.2.5. Melokalisasi dan mengidentifikasi kerusakan.
Setelah
melalui langkah-langkah tersebut di atas berarti anda telah memahami tentang
apa yang terjadi pada alat yang mengalami kerusakan. Selanjutnya anda akan
mencoba untuk menemukan kerusakan tersebut pada mesin / peralatan / fasilitas
yang mengalami kerusakan tadi.
Tetapi perlu dipikirkan
sebelumnya apakah ada kondisi-kondisi yang membantu untuk menyelesaikan
pekerjaan ini ?
Pada contoh ini
kondidsi-kondisi tersebut seperti :
- Sirkuit bekerja untuk satu siklus, jadi siklus berikutnya
tombol start harus ditekan lagi.
- Ada waktu tunda kira-kira 1,4 detik.
Untuk mesin / peralatan
/ fasilitas yang berbeda , kondisi ini perlu dicari tersendiri.
Untuk menemukan bagian
yang rusak kita telah memprediksi sesuai dengan informasi bahwa pada langkah ke
tiga terjadi kerusakan. Maka sirkuit kita hidupkan kemudian tombol start kita
tekan. Mestinya sampai langkah ke tiga akan berhenti, yaitu silinder 2.0 tidak
mau maju. Bila demikian yang terjadi, kita pikirkan dulu komponen mana saja
yang kira-kira ikut menentukan bergeraknya silinder 2.0 tersebut. Di sini akan
kita lihat bahwa yang ikut menentukan antara lain : katup 2.1 katup 2.4, katup 2.2 / 2.3, katup 2.5. Untuk
meyakinkan bagian mana yang rusak kita periksa aliran udara kempa yang melalui
komponen-komponen tersebut di atas. Bila ada salah satu di antaranya yang tidak
bekerja, itulah yang rusak. Sampai di sini berarti kerusakan atau gangguan
telah kita identifikasi.
2.3. Sebab-sebab terjadinya kerusakan dan cara
menemukannya.
Disebabkan
oleh apa sajakah kerusakan atau gangguan pada sistem pneumatik itu terjadi ?
Pada
prinsipnya penyebab gangguan pada sistem pneumatik dapat kita kelompokkan
manjadi 3 (tiga ) katagori yaitu :
q Kerusakan komponen
q Kesalahan sirkuit, yaitu kesalahan desain atau dapat juga salah
menginstal, tidak sesuai dengan diagram sirkuit.
q Pengikatan atau pemasangan yang kurang perfect (kurang sempurna).
Untuk
mengetahui sebab-sebab terjadinya kerusakan dan cara menemukannya,
perhatikanlah penjelasan berikut :
2.3.1. Penyebab Sirkuit tiba-tiba berhenti.
Bila sirkuit tiba-tiba
berhenti ada beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain :
Ø Udara kempa habis atau tekanannya turun sampai
di bawah tekanan kerja. Cara mengatasinya dengan memeriksa udara kempa, bila
udara kempa habis kemungkinan kompresor berhenti dan tidak bekerja lagi atau
rusak. Untuk itu kompresor harus diperbaiki lebih dulu.
Ø Selang (konduktor) lepas atau putus. Cara
mengatasinya dengan memeriksa atau mencari pada bagian mana selang tadi lepas
atau putus. Setelah ditemukan perbaikilah atau gantilah dengan selang yang
baik.
Ø Salah satu komponen tidak berfungsi, misalnya
tersumbat atu rusak. Cara mengatasinya dengan mencari komponen yang terganggu
tadi (fault tracing), setelah ditemukan kemudian perbaiki atau gantilah
komponen tersebut. Cara melacak bagian yang terganggu tadi dengan cara
mendeteksi aliran udara kempa, yaitu dengan melepas setiap sambungan (konektor)
untuk diperiksa apakah ada aliran udara sampai ke bagian tersebut. Bila di sana
sudah berhenti berarti di bagian itulah yang terganggu.
Pemasangan komponen tidak sempurna, misalny kendor atau miring atau terlalu jauh atau terlalu dekat dari jangkauan komponen lain. Ini perlu dilacak pula komponen yang mana yang kurang sempurna posisinya. Setelah ditemukan perbaikilah kondisi tersebut.
Bila sirkuit tidak
dapat dioperasikan sejak awal (tidak dapat di start), kemungkinan gangguannya
antara lain :
Ø Di samping kesalahan-kesalahan tersebut di atas
kemungkinan besar adalah salah perakitan yaitu perakitannya tidak sesuai
dengan diagram sirkuit. Untuk itu perlu diperiksa kembali dan disesuaikan
dengan diagram sirkuit.
Ø Salah desain. Bila salah desain kemungkinan
sirkuit dapat bekerja tetapi tidak sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Untuk itu perlu diulang kembali.
2.3.2. Penyebab Terjadinya getaran yang berlebihan.
Ada beberapa
kemungkinan penyebab terjadinya getaran, antara lain :
Ø Ada komponen yang pemasangannya (fitting) kurang
kuat sehingga terjadi goyang pada komponen tersebut, akibatnya mesin /
peralatan bergetar.
Ø Tekanan udara kempa terlalu tinggi
Ø Salah perakitan sehingga terjadi tabrakan atau
over laping adara kempa sehingga akan mengakibatkan getaran juga.
2.3.3. Penyebab terjadinya suara asing.
Suara asing
di sini dapat diartikan suara yang timbul beda dengan suara-suara yang biasanya
terdengar atau suara yang kelewat bising. Hal ini disebabkan antara lain :
Ø Ada bagian atau komponen yang tidak terikat /
terpasang dengan kuat (kendor), seperti baut, mur, katup-katup, aktuator, unit
tenaga ataupun pemipaan (konduktor dan
konektor ), sehingga menimbulkan suara asing. Untuk menemukannya, periksa
setiap komponen atau mur / baut yang dicurigai, dengan memegang atau menggoyang
satu per satu.
Ø Ada komponen yang bocor seperti silinder
pneumatik, katup-katup dan lain sebagainya. Hal ini akan mengakibatkan udara
kempa keluar secara tidak normal sehingga menjadi bising. Hal ini akan mudah
diketahui karena asal keluarnya udara dapat dirasakan.
Ø Saluran keluar tidak menggunakan silencer,
sehingga mengakibatkan bising. Ini juga mudah dideteksi, karena suara udara
yang keluar cukup keras.
Ø Suara mendengung biasanya keluar dari solenoid
yang bermasalah. Oleh karena itu bila ada suara yang mendengung segeralah
periksa katup solenoid kemudian ambil tindakan untuk mengatasi.
2.3.4. Penyebab kenaikan suhu.
Kenaikan
suhu pada sistem pneumatik merupakan keadaan yang membahayakan, apalagi bila
sistem pneumatik ini digunakan pada obyek atau produk yang tidak tahan panas.
Adapun penyebeb kenaikan suhu ini antara lain :
Ø Pendingin udara kempa tidak bekerja dengan baik,
sehingga udara bertekanan tinggi yang diproduksi oleh kompreser bersuhu tinggi.
Oleh karena itu periksa unit pendinginan udara.
Ø Pelumasan pada kompresor tidak terlaksana dengan
baik sehingga terjadi gesekan antar logam yang mengakibatkan kenaikan suhu.
Oleh karena itu periksa selalu pelumasan pada kompresor.
Ø Terjadi gesekan antar bagian komponen yang
bergerak, misalnya antara piston dengan dinding silinder. Hal ini terjadi
kemungkinannya karena kurang pelumasan atau pemasangan komponen yang kurang pas
atau posisi yang tidak seimbang dan lain sebagainya.
Ø Beroperasi terlalu lama
Ø Terjadi beban lebih
2.3.5. Penyebab bau kebakaran
Bau
kebakaran (smelling burn) merupakan suatu tanda terjadinya kebakaran. Seperti
kita ketahui bahwa kebakaran merupakan bahaya yang sangat besar. Oleh karena
itu harus dihindari. Penyebab kebakaran pada sistem pneumatik antara lain :
Ø Hubung singkat arus listrik pada sistem elektro
pneumatik.
Ø Kebakaran plastik. Karena komponen pneumatik
termasuk konduktor (selang) banyak yang dibuat dari plastik yang nota bene
mudah terbakar. Bila kena panas yang agak berlebihan apalagi kena api, komponen
dari plastik tersebut akan terbakar. Oleh karena itu hindarilah timbulnya panas
yang berlebihan dan jauhkan dariapi.
Sampai di sini anda
telah menyelesaikan bahasan tentang fault-finding (menemukan kerusakan).
Untuk selanjutnya kerjakanlah
tugas-tugas berikut yaitu :
Ø Tugas 2 : Membuat rangkuman untuk pedalaman
materi.
Ø Tugas 3 : Diskusi tentang cara-cara menemukan
gangguan / kesalahan
Ø Tugas 4 : Praktik menemukan kesalahan pada
sirkuit pneumatik.
Ø Tugas 5 : Praktik menemukan kesalahan pada
sirkuit pneumatik.
Ø Tugas 6 : Praktik menemukan kesalahan pada
komponen pneumatik





Belum ada tanggapan untuk " PERBAIKAN SISTEM PNEUMATIK "
Posting Komentar