PERBAIKAN SISTEM PNEUMATIK

 1.  SISTEMATIKA PERBAIKAN

Apakah dalam melaksanakan perbaikan sistem pneumatik perlu menggunakan suatu cara yang sistemik ?

Tentu saja segala pekerjaan akan memberikan hasil yang optimal apabila dikerjakan secara sistematis .Demikian pula untuk melaksanakan perbaikan sistem pneumatik kita gunakan sistematika perbaikan secara umum yang diaplikasikan sesuai dengan keperluan. Gambar skema sistematika perbaikan  (Gb.1) berikut ini menunjukkan suatu sistematika secara umum.

Apa arti istilah istilah di dalam gambar tersebut dapat anda pelajari dari uraian berikut :

Perbaikan (Corective Maintenance atau Repair fault) ialah suatu tindakan pemeliharaan terhadap mesin / peralatan / fasilitas yang mengalami kerusakan untuk mengembalikan kepada kondisi semula agar fasilitas tersebut dapat berfungsi kembali. Dengan demikian perbaikan ini dapat dikatakan merupakan bagian dari pemeliharaan secara umum.

Perbaikan ringan (Light repairing) ialah perbaikan-perbaikan dari kerusakan ringan termasuk yang ditemukan pada waktu pengecekan (pemeliharaan berkala) yang perbaikannya cukup dengan penggantian komponen (replacement) dan tidak memerlukan waktu dan biaya tinggi.

Perbaikan medium (Medium repairing)  ialah perbaikan-perbaikan dari kerusakan akibat aus atau akibat kecelakaan yang perbaikannya memerlukan pembetulan komponen dengan biaya yang lebih tinggi dan waktu kerja yang lebih lama.

Servis besar (Overhaul)  ialah perbaikan total akibat ke ausan (lama pemakaian) dengan pembetulan-pembetulan maupun penggantian komponen.

Perbaikan darurat (Emergency repairing)  ialah perbaikan dari kerusakan akibat kecelakaan yang perbaikannya bersifat sementara untuk menunggu perbaikan yang sempurna atau langsung diperbaiki secara sempurna.

Di dalam sistem pemeliharaan ini ada pula istilah-istilah yang sering digunakan seperti :

Running maintenance ialah pemeliharaan suatu mesin / peralatan / fasilitas dalam keadaan bekerja atau dioperasikan / digunakan.

Shut down maintenance ialah pemeliharaan suatu mesin / peralatan / fasilitas yang mana mesin / peralatan / fasilitas tersebut harus diberhentikan / tidak dipergunakan , karena tidak mungkin dilakukan pemeliharaan bila mesin / peralatan / fasilitas dalam keadaan bekerja / dipergunakan .

Lack of maintenance ialah kekurangan atau kelemahan dalam pemeliharaan atau disebut juga pemeliharaan yang tidak baik.

Perbaikan atau pun overhol biasa dilakukan oleh teknisi dan / atau teknisi ahli, sedangkan untuk mencapai hasil yang optimal perlu kiranya menganut suatu sistematika perbaikan atau overhol yang telah ditentukan. 


Kegiatan di dalam perbaikan meliputi hal-hal berikut :

a).  Diagnose Kerusakan atau disebut juga Fault Finding ialah kegiatan untuk mencari atau menemukan kerusakan (bagian yang rusak) pada fasilitas yang mengalami gangguan.

Untuk dapat melaksanakan diagnose kerusakan biasanya teknisi dibantu oleh :

  • Informasi dari operator
  • P K yaitu petunjuk kerja dari buku operations manual.
  • P P yaitu petunjuk pemeliharaan dari buku maintenace manual.
  • K M yaitu kartu mesin yang merupakan catatan perbaikan sebelumnya (maintenance record).

b).  Analisis perbaikan ialah kegiatan yang dilakukan setelah kerusakan atau gangguan ditemukan yaitu mengadakan pemeriksaan bagian-bagian yang rusak, memperhitungkan dan merencanakan pelaksanaan perbaikan.

Di dalam kegiatan analisis perbaikan ini ada kegiatan dismantling atau pembongkaran maksudnya ialah mesin / peralatan / fasilitas yang telah dinyatakan rusak dibongkar untuk dicari bagian-bagian yang rusak. Kemudian bagian-bagian atau komponen yang rusak tersebut diperiksa sejauh mana atau separah apa kerusakan itu terjadi. Untuk pembongkaran dan pemeriksaan ini diperlukan alat-alat atau bahkan alat khusus ( AL ) dan juga teknisi ( T ) atau bahkan teknisi ahli ( TA ).

Perhitungan perbaikan maksudnya ialah setelah kerusakan komponen diperiksa dan telah nyata jenis kerusakannya kemudian dipertimbangkan jenis perbaikan apa yang dipilih termasuk diperhitungkan biaya perbaikannya.

Jadwal perbaikan ialah pembagian dan penetapan waktu perbaikan setiap komponen yang pelaksanaan perbaikannya mungkin ditangani oleh beberapa teknisi di beberapa bengkel pula. Komponen yang satu dan yang lain penyelesaian perbaikannya harus sesuai dengan jadwal agar pada waktu perakitan kembali semuanya sudah siap.

c).  Proses Perbaikan ialah pelaksanaan perbaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh bagian perencanaan ( maintenance engineering ). Pelaksana perbaikan ini tentu disesuaikan dengan tingkat kesulitan perbaikannya, misalnya untuk perbaikan-perbaikan kerusakan yang tidak terlalu rumit mungkin cukup dengan teknisi biasa tetapi bila untuk perbaikan dari kerusakan yang cukup rumit mungkin perlu teknisi khusus atau teknisi ahli. Pelaksanaan perbaikannya pun mungkin di bengkel sendiri atau munkin juga di bengkel luar yang sesuai dengan jenis perbaikan yang dikehendaki.

d).  Penyetelan dan pemeriksaan ialah proses penyatuan atau perkitan kembali setelah semua komponen yang diperbaiki selesai. Pemeriksaan hasil penyetelan / perakitan biasanya dilakukan oleh Supervisor perbaikan .

e).  Uji Perbaikan ialah pengujian hasil perbaikan untuk menyatakan bahwa perbaikan telah selesai dan hasilnya merupakan mesin / peralatan / fasilitas yang telah baik kembali  hingga dapat difungsikan lagi.

Ada beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan terhadap hasil perbaikan ini yaitu :

  • Uji tampak maksudnya ialah mesin / peralatan / fasilitas yang telah selesai diperbaiki perlu dilihat secara visual apakah sudah tampak rapi, tertib dan sempurna rakitannya.
    • Uji geometrik ialah pengujian komponen mekanik seperti kerataan permukaan, kesentrisan putaran, kesikuan, kedataran dan sebagainya. Uji geometrik ini perlu dilakukan untuk meyakinkan kesempurnaan perakitan, karena apabila komponen mekanik tidak dipasang dengan sempurna maka jalannya mesin / peralatan / fasilitas akan tidak normal yang mengakibatkan laju kerusakan mesin semakin cepat.
    • Uji fungsi ialah menguji semua bagian yang bergerak apakah bagian-bagian tersebut telah berfungsi sebagaimana mestinya. Caranya ialah semua bagian yang bergerak dijalankan tanpa beban dan diamati satu per satu.
    • Uji jalan atau uji coba ialah pengujian terhadap mesin / peralatan / fasilitas setelah selesai diperbaiki yaitu dengan cara menjalankan mesin hingga beban penuh.

    Pengujian perbaikan ini dilakukan oleh bagian quality assurance dan pengujiannya akan selalu mengacu pada test standar dan buku petunjuk kerja (operation manual).

    Kartu Mesin ( Maintenance Record )

    Kartu mesin ini perlu dibuat untuk mencatat segala perbaikan yang telah dilakukan terhadap suatu mesin/peralatan. Kartu ini berupa tabel yang berisi waktu pelaksanaan (tanggal),jenis perbaikan, spare part dan bahan yang digunakan serta petugas pelaksana.

    Contoh  : 

    KARTU MESIN

    Nama Mesin : …………………………………       No.Seri : …………………………………….

    Spesifikasi Mesin : …………………………………………………………………………………..

     

    Tanggal 

     

    Jenis perbaikan

    Spareparts

    Bahan

    Petugas

    Nama/paraf

    12-09-2001

     

     

    5/2 DCV,double solenoid

    Unit solenoid

    Kabel

    Bashir

     

    Setelah selesai pelaksanaan uji perbaikan ini berarti mesin / peralatan / fasilitas telah kembali baik dan dapat difungsikan lagi. Maka proses selanjutnya adalah penyerahan ke lini produksi atau pemakai fasilitas tersebut atau ke pelanggan yang memanfaatkan jasa perbaikan kita.

    Penyerahan ( Commissioning )

    Proses penyerahan hasil perbaikan sesuai dengan peraturan industri atau perusahaan masing-masing misalnya dari kepala bagian maintenance ke kepala bagian produksi dengan menggunakan sistem administrasi yang telah ditetapkan.

    Sampai di sini anda telah menyelasikan bahasan tentang sistematika pemeliharaan.

    Selanjutnya kerjakanlah tugas pada lembar tugas anda yaitu :

    • Tugas 1 , Membuat rangkuman untuk pendalaman materi.

2  MENEMUKAN KERUSAKAN ( FAULT FINDING)


Apakah yang dimaksud dengan menemukan kerusakan itu ?

Beberapa istilah yang serupa dan maksudnya sama seperti : menemukan kerusakan (fault-finding) atau mendiagnose kerusakan (diagnosing fault) atau mencari gangguan / kerusakan (fault tracing) maksudnya ialah mencari bagian-bagian yang rusak atau tidak berfungsi dari sistem pneumatik yang menyebabkan sistem itu terganggu atau tidak bekerja.

Untuk mengetahui adanya gangguan tentu kita akan melihat tanda-tandanya terlebih dulu. Apakah tanda-tanda adanya kerusakan / gangguan itu ?  Ikutilah penjelasan berikut ! :

2.1.  Tanda-tanda kerusakan

Tanda-tanda kerusakan yang biasa terjadi pada sistem pneumatik antara lain :

  • Sistem berhenti. Artinya dalam keadaan operasi tiba-tiba sistem berhenti tanpa dikehendaki atau pada waktu akan dioperasikan sistem tidak mau bekerja.
  • Getaran yang berlebihan. Bila terjadi getaran yang tidak seperti biasanya selama operasi atau getaran yang berlebihan berarti ada suatu kelainan. Kelainan itu disebabkan oleh apa, itulah yang harus dicari.
  • Terdengar suara asing . Suara asing yang tidak biasa terdengar perlu dicurigai dan perlu dicermati kemudian segera mengambil keputusan.
  • Meningkatnya suhu. Apabila suhu meningkat dengan tajam perlu kiranya segera memberhentikan mesin kemudian menyelidiki kelaian apa yang terjadi.
  • Tercium bau kebakaran. Termasuk apabila timbul bau kebakaran yang tidak  biasanya terjadi, perlu segera diselidiki dan mesin juga diberhentikan.

Tanda-tanda seperti tersebut di atas bila muncul dalam keadaan kita mengoperasikan sistem pneumatik (dalam keadaan bekerja), perlu kiranya operator atau pemakai mesin / peralatan / fasilitas segera menghentikannya dan lapor kepada bagian maintenance.

Kemudian bagian maintenace ( Supervisor maintenance ) akan menugaskan teknisinya untuk menindak lanjuti laporan tersebut dengan memberikan surat perintah ( repair order ). Tentu saja, pertama-tama teknisi akan mencari dulu gangguan atau kerusakan atau disturbance yang terjadi yang menyebabkan sistem tidak bekerja. Apakah ada sistematika yang perlu diikuti dalam mencari gangguan ini ? Tentu saja ada panduan yang dapat anda ikuti seperti berikut ini .

2.2. Sistematika Menemukan Gangguan

Setelah mendapat repair order, maka teknisi akan segera melaksanakan tugas dan kemungkinannya pertanyaan akan timbul sebagai berikut :

  • Apakah mesin / peralatan mendapat gangguan / kerusakan pada waktu bekerja ( dalam keadaan switch-on )?
  • Apakah gangguan semacam ini pernah / sering terjadi sebelumnya?
  • Apakah operator telah memperbaiki atau telah mengubah posisi switch ( mematikan mesin )?

Informasi-informasi semacam ini barangkali sangat penting bagi teknisi untuk dapat menemukan kerusakan dan sangat membantu mempercepat pekerjaan.

Sistematika mencari gangguan disajikan melalui contoh berikut :

Alat pengisi batu-bara (Gb.2a) yang dioperasikan secara pneumatis mendapat gangguan yaitu pada langkah ke tiga silinder 2.0 ( B ) tidak dapat bergerak maju.

Ingat ! Janganlah beraksi untuk memperbaiki mesin yang rusak sebelum paham benar tentang  apa yang terjadi .

Langkah untuk mencari kerusakan / gangguan adalah sebagai berikut :

2.2.1.  Mempelajari cara kerja alat pengisi batu bara

Kita pahami dulu cara kerja alat pengisi batu bara tersebut di atas (lihat Gb.2a.).

Pada posisi awal, begitu udara kempa masuk ke dalam sistem silinder 1.0 ( A ) pada posisi maju sambil menutup katup gerobag batu-bara. Silinder 2.0 ( B ) pada posisi belakang ( - ).

Pada waktu katup start dioperasikan silinder 1.0 mundur sambil membuka katup batu bara sehingga wadah (1) terisi. Ketika silinder 1.0 maju untuk menutup pintu gerobak silinder 2.0  maju untuk menggeser wadah (2) ke bawah gerobag sekaligus menggeser wadah (1) ke konveyor kiri. Begitu silinder 2.0 pada posisi depan, silider 1.0 mundur untuk membuka pintu gerobak dan mengisi wadah (2). Silinder 1.0 membuka pintu beberapa saat sesuai dengan pengaturan pada timer 1.4 . Setelah silinder 1.0 maju lagi sampai titik mati depan untuk menutup pintu gerobag maka silinder 2.0 mundur dan menggeser wadah (2) ke konveyor kanan. Sampai di sini satu siklus gerakan selesai dan dimulai lagi dari tahap pertama.

2.2.2.  Mempelajari urutan pemindahan

Keluaran dari sistem pneumatik ditunjukkan oleh gerakan aktuator. Oleh karena itu tahapan ataupun urutan pemindahan / gerak aktuator perlu kita amati melalui diagram tahap pemindahan (displacement step diagram)  pada gb.2b berikut.

Bacalah step diagram ini dan gunakan untuk melacak di mana terjadi gangguan !


2.2.3.  Mempelajari grafik urutan kerja

Dari grafik ini kita akan mengetahui cara kerja sirkuit pneumatik secara keseluruhan. Misalnya, pada step 1 katup start 1.3 ditekan dengan tangan maka katup 0.3 berubah posisi, uadara kempa akan berada pada saluran 1 (S1) kemudian katup pengarah 1.1 berubah posisi untuk mengalirkan udara ke silinder dan siliner 1.0 bergerak mundur.

Seterusnya coba anda membaca sendiri!

2.2.4.  Membaca diagram sirkuit

Pelajari juga cara kerja sirkuit pneumatik dengan membaca diagram sirkuit berikut (Gb.2d)

Dari hasil membaca diagram ini kita akan mendapatkan komponen apa yang rusak / terganggu, seperti dikatakan tadi bahwa pada langkah ke lima pada alat ini terdapat gangguan, maka pada langkah ke tiga itu komponen apa yang seharusnya bekerja, nah komponen itulah yang rusak.

2.2.5.  Melokalisasi dan mengidentifikasi kerusakan.

Setelah melalui langkah-langkah tersebut di atas berarti anda telah memahami tentang apa yang terjadi pada alat yang mengalami kerusakan. Selanjutnya anda akan mencoba untuk menemukan kerusakan tersebut pada mesin / peralatan / fasilitas yang mengalami kerusakan tadi.

Tetapi perlu dipikirkan sebelumnya apakah ada kondisi-kondisi yang membantu untuk menyelesaikan pekerjaan ini ?

Pada contoh ini kondidsi-kondisi tersebut seperti :

  • Sirkuit bekerja untuk satu siklus, jadi siklus berikutnya tombol start harus ditekan lagi.
  • Ada waktu tunda kira-kira 1,4 detik.

Untuk mesin / peralatan / fasilitas yang berbeda , kondisi ini perlu dicari tersendiri.

Untuk menemukan bagian yang rusak kita telah memprediksi sesuai dengan informasi bahwa pada langkah ke tiga terjadi kerusakan. Maka sirkuit kita hidupkan kemudian tombol start kita tekan. Mestinya sampai langkah ke tiga akan berhenti, yaitu silinder 2.0 tidak mau maju. Bila demikian yang terjadi, kita pikirkan dulu komponen mana saja yang kira-kira ikut menentukan bergeraknya silinder 2.0 tersebut. Di sini akan kita lihat bahwa yang ikut menentukan antara lain : katup 2.1  katup 2.4, katup 2.2 / 2.3, katup 2.5. Untuk meyakinkan bagian mana yang rusak kita periksa aliran udara kempa yang melalui komponen-komponen tersebut di atas. Bila ada salah satu di antaranya yang tidak bekerja, itulah yang rusak. Sampai di sini berarti kerusakan atau gangguan telah kita identifikasi.

2.3.  Sebab-sebab terjadinya kerusakan dan cara menemukannya.

Disebabkan oleh apa sajakah kerusakan atau gangguan pada sistem pneumatik itu terjadi ?

Pada prinsipnya penyebab gangguan pada sistem pneumatik dapat kita kelompokkan manjadi 3 (tiga ) katagori yaitu :

q  Kerusakan komponen

q  Kesalahan sirkuit, yaitu kesalahan desain atau dapat juga salah menginstal, tidak sesuai dengan diagram sirkuit.

q  Pengikatan atau pemasangan yang kurang perfect (kurang sempurna).

Untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kerusakan dan cara menemukannya, perhatikanlah penjelasan berikut :

2.3.1.  Penyebab Sirkuit tiba-tiba berhenti.

Bila sirkuit tiba-tiba berhenti ada beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain :

Ø Udara kempa habis atau tekanannya turun sampai di bawah tekanan kerja. Cara mengatasinya dengan memeriksa udara kempa, bila udara kempa habis kemungkinan kompresor berhenti dan tidak bekerja lagi atau rusak. Untuk itu kompresor harus diperbaiki lebih dulu.

Ø Selang (konduktor) lepas atau putus. Cara mengatasinya dengan memeriksa atau mencari pada bagian mana selang tadi lepas atau putus. Setelah ditemukan perbaikilah atau gantilah dengan selang yang baik.

Ø Salah satu komponen tidak berfungsi, misalnya tersumbat atu rusak. Cara mengatasinya dengan mencari komponen yang terganggu tadi (fault tracing), setelah ditemukan kemudian perbaiki atau gantilah komponen tersebut. Cara melacak bagian yang terganggu tadi dengan cara mendeteksi aliran udara kempa, yaitu dengan melepas setiap sambungan (konektor) untuk diperiksa apakah ada aliran udara sampai ke bagian tersebut. Bila di sana sudah berhenti berarti di bagian itulah yang terganggu.

Pemasangan komponen tidak sempurna, misalny kendor atau miring atau terlalu jauh atau terlalu dekat dari jangkauan komponen lain. Ini perlu dilacak pula komponen yang mana yang kurang sempurna posisinya. Setelah ditemukan perbaikilah kondisi tersebut.

Bila sirkuit tidak dapat dioperasikan sejak awal (tidak dapat di start), kemungkinan gangguannya antara lain :

Ø Di samping kesalahan-kesalahan tersebut di atas kemungkinan besar adalah salah perakitan yaitu perakitannya tidak sesuai dengan diagram sirkuit. Untuk itu perlu diperiksa kembali dan disesuaikan dengan diagram sirkuit.

Ø Salah desain. Bila salah desain kemungkinan sirkuit dapat bekerja tetapi tidak sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Untuk itu perlu diulang kembali.

2.3.2.  Penyebab Terjadinya getaran yang berlebihan.

Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya getaran, antara lain :

Ø  Ada komponen yang pemasangannya (fitting) kurang kuat sehingga terjadi goyang pada komponen tersebut, akibatnya mesin / peralatan bergetar.

Ø  Tekanan udara kempa terlalu tinggi

Ø  Salah perakitan sehingga terjadi tabrakan atau over laping adara kempa sehingga akan mengakibatkan getaran juga.

2.3.3.  Penyebab terjadinya suara asing.

Suara asing di sini dapat diartikan suara yang timbul beda dengan suara-suara yang biasanya terdengar atau suara yang kelewat bising. Hal ini disebabkan antara lain :

Ø  Ada bagian atau komponen yang tidak terikat / terpasang dengan kuat (kendor), seperti baut, mur, katup-katup, aktuator, unit tenaga ataupun pemipaan  (konduktor dan konektor ), sehingga menimbulkan suara asing. Untuk menemukannya, periksa setiap komponen atau mur / baut yang dicurigai, dengan memegang atau menggoyang satu per satu.

Ø  Ada komponen yang bocor seperti silinder pneumatik, katup-katup dan lain sebagainya. Hal ini akan mengakibatkan udara kempa keluar secara tidak normal sehingga menjadi bising. Hal ini akan mudah diketahui karena asal keluarnya udara dapat dirasakan.

Ø  Saluran keluar tidak menggunakan silencer, sehingga mengakibatkan bising. Ini juga mudah dideteksi, karena suara udara yang keluar cukup keras.

Ø  Suara mendengung biasanya keluar dari solenoid yang bermasalah. Oleh karena itu bila ada suara yang mendengung segeralah periksa katup solenoid kemudian ambil tindakan untuk mengatasi.

2.3.4.  Penyebab kenaikan suhu.

Kenaikan suhu pada sistem pneumatik merupakan keadaan yang membahayakan, apalagi bila sistem pneumatik ini digunakan pada obyek atau produk yang tidak tahan panas. Adapun penyebeb kenaikan suhu ini antara lain :

Ø  Pendingin udara kempa tidak bekerja dengan baik, sehingga udara bertekanan tinggi yang diproduksi oleh kompreser bersuhu tinggi. Oleh karena itu periksa unit pendinginan udara.

Ø  Pelumasan pada kompresor tidak terlaksana dengan baik sehingga terjadi gesekan antar logam yang mengakibatkan kenaikan suhu. Oleh karena itu periksa selalu pelumasan pada kompresor.

Ø  Terjadi gesekan antar bagian komponen yang bergerak, misalnya antara piston dengan dinding silinder. Hal ini terjadi kemungkinannya karena kurang pelumasan atau pemasangan komponen yang kurang pas atau posisi yang tidak seimbang dan lain sebagainya.

Ø  Beroperasi terlalu lama

Ø  Terjadi beban lebih

2.3.5.  Penyebab bau kebakaran

Bau kebakaran (smelling burn) merupakan suatu tanda terjadinya kebakaran. Seperti kita ketahui bahwa kebakaran merupakan bahaya yang sangat besar. Oleh karena itu harus dihindari. Penyebab kebakaran pada sistem pneumatik antara lain  :

Ø  Hubung singkat arus listrik pada sistem elektro pneumatik.

Ø  Kebakaran plastik. Karena komponen pneumatik termasuk konduktor (selang) banyak yang dibuat dari plastik yang nota bene mudah terbakar. Bila kena panas yang agak berlebihan apalagi kena api, komponen dari plastik tersebut akan terbakar. Oleh karena itu hindarilah timbulnya panas yang berlebihan dan jauhkan dariapi.

Sampai di sini anda telah menyelesaikan bahasan tentang fault-finding (menemukan kerusakan).

Untuk selanjutnya kerjakanlah tugas-tugas berikut yaitu :

Ø  Tugas 2 : Membuat rangkuman untuk pedalaman materi.

Ø  Tugas 3 : Diskusi tentang cara-cara menemukan gangguan / kesalahan

Ø  Tugas 4 : Praktik menemukan kesalahan pada sirkuit pneumatik.

Ø  Tugas 5 : Praktik menemukan kesalahan pada sirkuit pneumatik.

Ø  Tugas 6 : Praktik menemukan kesalahan pada komponen pneumatik








Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk " PERBAIKAN SISTEM PNEUMATIK "

Posting Komentar